Masalah Triplek: Alternatif pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Siswa Sekolah Dasar (2) dan Langkah Pemecahannya

Masalah Triplek: Alternatif pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Siswa Sekolah Dasar (2) dan Langkah Pemecahannya

Achmad Dhany Fachrudin

email: dh4nyy@gmail.com

Pada artikel kali ini saya akan memberikan contoh permasalahan matematika untuk siswa tingkat sekolah dasar menarik yang saya dapat dari workshop pendidikan metematika (oleh Prof. Siti M. Amin, dosen jurusan matematika Unesa). Contoh masalah ini dapat diajukan oleh guru untuk membelajarkan pemecahan masalah kepada siswa yang melibatkan materi pecahan atau luas bangun datar. Berikut ini masalah triplek yang dapat diajukan oleh guru sebagai alternatif membelajarkan pemecahan masalah.

  1. Seorang pedagang menjual kepada seorang konsumen triplek berbentuk persegi yang sudah terpotong menjadi 6 bagian A, B, C, D, E dan F seperti pada gambar di bawah ini seharga Rp. 160.000,00. Dapatkah kalian menentukan harga tiap bagian triplek!
  2. Kerena alasan tertentu seorang konsumen meminta penambahan potongan pada triplek tersebut seperti pada gambar di bawah ini. Untuk pemotongan baru, pedagang tersebut menaikkan harga triplek menjadi Rp. 180.000,00. Berapakah harga tiap bagian triplek!

Pertanyaan di atas merupakan contoh saja, guru dapat pula mengembangkan dengan penggunaan konteks atau bentuk potongan triplek yang berbeda.

Sebelum membelajarkan pemacahan masalah, guru hendaknya mengajarkan kepada siswa tentang langkah-langkah dalam memecahkan masalah. Langkah-langkah yang sudah umum digunakan adalah empat langkah yang telah diungkapkan oleh Polya, yaitu pertama memahami masalah, kedua membuat rencana untuk memecahkan masalah, ketiga menerapkan rencana tersebut, dan keempat memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh secara keseluruhan. Atau secara garis besar dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

TAHAP-TAHAP PEMECAHAN MASALAH MENURUT POLYA

Adapun penjelasan lebih lanjut tentang tahap-tahap pemecahan masalah menurut Polya dan sedikit penjelasan bagaimana menerapkannya untuk pemecahan “masalah triplek” akan diuraikan sebagai berikut.

1. Memahami masalah

Pada tahap ini kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum yang dapat menuntun kita pada pemahaman terhadap permasalahan yang diberikan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Data atau informasi apa yang kita peroleh dari soal?
  • Apa inti dari soal yang memerlukan pemecahan?
  • Adakah dalam soal itu rumus, gambar, grafik atau tabel atau tanda-tanda khusus?
  • Adakah syarat yang perlu diperhatikan dalam soal?

Pada tahap ini diharapkan siswa dapat menganalisis dan menuliskan kembali apa yang diketahui dan ditanyakan dalam bentuk atau kata-kata sederhana.

Untuk penerapannya pada  “masalah triplek” di atas, kita bisa mendapatkan hal-hal penting, diantaranya adalah.

2. Membuat rencana untuk memecahkan masalah

Menurut Polya pada tahap membuat rencana untuk memecahkan masalah, siswa harus dapat mencari langkah-langkah apa saja yang penting untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk membuat rencana pemecahan masalah dapat mengikuti panduan di bawah ini.

  • Temukan hubungan antara data yang ada dan yang kita butuhkan untuk menyelesaikan masalah
  • Pernahkah kita menjumpai masalah yang serupa atau paling tidak mendekati, dan dari pengalaman tersebut mungkin kita bisa mengaplikasikan metode yang sudah kita ketahui untuk memecahkan masalah yang didapat.

Pada soal “masalah triplek” di atas kita bisa mengaplikasikan tahap ini sebagai berikut.

3. Menerapkan Rencana

Pada tahap ini kita tinggal mengaplikasikan rencana yang sudah kita dapat pada tahap sebelumnya dan memastikan bahwa tiap tahapnya sudah benar. Berdaserkan rencana yang telah diperoleh penerapannya adalah sebagai berikut.

4. Memeriksa Kembali

Pada tahap ini kita memeriksa hasil yang sudah kita temukan dan membuktikan apakah hasil yang sudah kita temukan adalah benar.

Untuk permasalahan triplek no.2 kita juga dapat membelajarkan kepada siswa tahap-tahap yang sama seperti di atas. Semoga bermanfaat dan selamat berkreasi.

Sumber: Polya,G. 1973. How to solve it (A New Aspect of Mathematical Method). New Jersey: Princeton University Press.

 

Baca juga artikel lainnya:

  1. Binatang Kertas: Alternatif Pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Siswa Sekolah Dasar
  2. History of PMRI in Indonesia
  3. Sekialas tentang PMRI
  4. Desain Pembelajaran PMRI Pertama:” Mengajarkan Perbandingan Sudut dengan Menggunakan Styrofoam dan Tali untuk Siswa Kelas 4 SDN 179 Palembang “  
  5. Tumbuhan: Matematikawan Ulung 
  6. “Logika Sederhana” Pembagian Pecahan dengan Pecahan Melalui Penggunaan Konteks
Categories: Articles, Math Education, Mathematics, Problem Solving | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: